| Chariena's Blog

Meninjau masalah keamanan


         


 (Pengenalan Firewall terhadap Keamanan Jaringan (Network Security)) – Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara Internet dengan jaringan internal. Informasi yang keluar atau masuk harus melalui firewall ini. Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga agar akses (ke dalam maupun ke luar) dari orang yang tidak berwenang (unauthorized access) tidak dapat dilakukan. Konfigurasi dari firewall bergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi yang bersangkutan.



 Firewall merupakan alat untuk mengimplementasikan kebijakan security (security policy). Sedangkan kebijakan security, dibuat berdasarkan perimbangan antara fasilitas yang disediakan dengan implikasi security-nya. Semakin ketat kebijakan security, semakin kompleks konfigurasi layanan informasi atau semakin sedikit fasilitas yang tersedia di jaringan. Sebaliknya, dengan semakin banyak fasilitas yang tersedia atau sedemikian sederhananya konfigurasi yang diterapkan, maka semakin mudah orang orang ‘usil‘ dari luar masuk kedalam sistem (akibat langsung dari lemahnya kebijakan security).

Firewall bekerja dengan mengamati paket IP (Internet Protocol) yang melewatinya. Berdasarkan konfigurasi dari firewall maka akses dapat diatur berdasarkan IP address, port, dan arah informasi. Detail dari konfigurasi bergantung kepada masing-masing firewall. Firewall dapat berupa sebuah perangkat keras yang sudah dilengkapi dengan perangkat lunak tertentu, sehingga pemakai (administrator) tinggal melakukan konfigurasi dari firewall tersebut. Firewall juga dapat berupa perangkat lunak yang ditambahkan kepada sebuah server (baik UNIX maupun Windows NT), yang dikonfigurasi menjadi firewall.

Firewall pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi 2 berdasarkan cara fungsi kerjanya (keduanya dapat dilakukan pada sebuah perangkat komputer (device) atau dilakukan secara terpisah), yaitu :

1. Fungsi filtering
Firewall bekerja pada level jaringan (network-level firewall) biasa disebut packet filter.
Firewall tipe ini biasanya berupa router yang melakukan fungsi packet filtering berdasarkan parameter-parameter tertentu : alamat sumber, protokol, nomor port dan isi. Dari membandingkan informasi yang diperoleh pada paket-paket trafik dengan kebijaksanaan yang ada pada tabel akses, maka tindakan yang diberlakukan adalah :
• Melewatkan paket data ke tujuannya (client atau server)
• Memblok paket data
2. Fungsi proxy
Firewall pada level aplikasi (application level gateway) ini berfungsi sebagai  penghubung antara komputer client dengan jaringan luar. Pada koneksinya, paket-paket IP tidak pernah diteruskan secara langsung, namun ditranslasi dan diwakilkan oleh gateway aplikasi tersebut yang berfungsi sebagai saluran dan penterjemah dan menggantikan fungsi client. Proxy akan merelai semua request dari client kepada server yang sesungguhnya, kemudian merelai balik semua hasil response real server kepada client kembali. Ditengah proses di atas, maka proxy server berkesempatan untuk melakukan pembatasan “relaiâ€� berdasarkan tabel akses yang sudah dibuat.
Fungsi proxy dapat dilakukan oleh berbagai software tergantung kepada jenis proxy yang dibutuhkan, misalnya web proxy, rlogin proxy, ftp proxy dan seterusnya. Di sisi client sering kali dibutuhkan software tertentu agar dapat menggunakan proxy server ini, seperti misalnya dengan menggunakan SOCKS. Beberapa perangkat lunak berbasis UNIX untuk proxy antara lain: Socks (proxy server oleh NEC Network Systems Labs), Squid (web proxy server).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengkonfigurasi dan Menguji Titik Jaringan




Jika sistem anda terhubung ke jaringan melalui server DHCP, kemungkinan besar konfigurasi jaringan anda sudah diatur secara otomatis. Jika benar, maka anda seharusnya sudah bisa menggunakan berbagai perintah jaringan pada CD Instalasi seperti sshscppingirssiwgetlinks, dll. 


Jika jaringan anda sudah berfungsi, maka perintah/sbin/ifconfig akan menampilkan beberapa intarface jaringan selain lo, seperti eth0:  

Daftar Kode 1.1: /sbin/ifconfig untuk konfigurasi jaringan yang sudah siap
 
# /sbin/ifconfig
(...)
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:50:BA:8F:61:7A
inet addr:192.168.0.2  Bcast:192.168.0.255  Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::50:ba8f:617a/10 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:1498792 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1284980 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:1984 txqueuelen:100
RX bytes:485691215 (463.1 Mb)  TX bytes:123951388 (118.2 Mb)
Interrupt:11 Base address:0xe800
 
Jika anda mengakses internet melalui proxy, anda mungkin perlu mengatur proxy tersebut sewaktu instalasi. Untuk menggunakan proxy, anda dapat dengan mudah menggunakan variabel yang berisi informasi server proxy tersebut.
Pada kebanyakan kasus, anda hanya perlu mengatur variabel dengan menggunakan nama server tersebut. Sebagai contoh, kami menganggap proxy anda adalah proxy.gentoo.org dengan port 8080.
 
 Daftar Kode 1.2: Menentukan server proxy

(Jika proxy tersebut membatasi koneksi HTTP)
# export http_proxy="http://proxy.gentoo.org:8080"
(Jika proxy tersebut membatasi koneksi FTP)
# export ftp_proxy="ftp://proxy.gentoo.org:8080"
(Jika proxy tersebut membatasi koneksi RSYNC)
# export RSYNC_PROXY="proxy.gentoo.org:8080"
 
Jika proxy anda memerlukan username dan password, anda harus menggunakan
sintaks berikut ketika mengatur variabel proxy: 
 
Daftar Kode 1.3: Menambahkan username/password pada variabel proxy
 
http://username:password@proxy.gentoo.org:8080 
# ping -c 3 www.gentoo.org
 
Jika anda sudah bisa menggunakan jaringan anda, anda dapat melewati sisa dari
seksi ini dan melanjutkan dengan Mempersiapkan
Disk. Jika tidak, maka lanjutkan.
 
3.b. Konfigurasi jaringan secara otomatis 
 
Jika koneksi jaringan anda tidak dapat langsung berfungsi, pada beberapa media instalasi, anda dapat menggunakan net-setup (untuk jaringan biasa atau wireless), ppoe-setup (untuk pengguna ADSL) ataupptp (untuk pengguna PPTP - hanya tersedia untuk x86, amd64, alpha, ppc dan ppc64).
Jika media instalasi yang anda gunakan tidak memiliki utilitas-utilitas tersebut, atau jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan ke Konfigurasi jaringan secara manual.
  • Bagi pengguna Ethernet biasa, lanjutkan dengan Default: Menggunakan net-setup
  • Bagi pengguna ADSL, lanjutkan dengan Alternatif: Menggunakan PPP
  • Bagi pengguna PPTP, lanjutkan dengan Alternatif: Menggunakan PPTP
Cara paling mudah untuk menyiapkan koneksi jaringan anda jika belum diatur secara otomatis adalah dengan menjalankan skrip net-setup

Daftar Kode 2.1: Menjalankan skrip net-setup
# net-setup eth0
 
net-setup akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang lingkungan
jaringan anda. Setelah selesai, anda seharusnya akan memiliki koneksi jaringan
yang berfungsi. Tes koneksi jaringan anda seperti dijelaskan di atas. Jika
koneksi jaringan anda telah berfungsi, selamat! Anda sekarang telah siap untuk
menginstal Gentoo. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan 
Disk.
 
Jika koneksi jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual.

Jika anda menggunakan PPPoE untuk melakukan koneksi ke internet, CD Instalasi (semua versi) telah mempermudah konfigurasi jaringan anda dengan mengikutsertakan utilitas ppp. Gunakan skrip ppoe-setup yang tersedia untuk mengkonfigurasi jaringan anda. Anda akan ditanyakan tentang kartu jaringan yang terhubung ke modem adsl anda, username dan password anda, IP dari server DNS anda, dan apakah anda memerlukan firewall dasar atau tidak.
 
Daftar Kode 2.2: Menggunakan ppp
ppoe-setup 
ppoe-start

net-setup akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang lingkungan jaringan anda. Setelah selesai, anda seharusnya akan memiliki koneksi jaringan yang berfungsi. Tes koneksi jaringan anda seperti dijelaskan di atas. Jika koneksi jaringan anda telah berfungsi, selamat! Anda sekarang telah siap untuk menginstal Gentoo. Lewati sisa dari seksi ini dan lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.
Jika koneksi jaringan anda masih belum berfungsi, lanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara manual. 

Jika anda menggunakan PPPoE untuk melakukan koneksi ke internet, CD Instalasi (semua versi) telah mempermudah konfigurasi jaringan anda dengan mengikutsertakan utilitas ppp. Gunakan skrip ppoe-setup yang tersedia untuk mengkonfigurasi jaringan anda. Anda akan ditanyakan tentang kartu jaringan yang terhubung ke modem adsl anda, username dan password anda, IP dari server DNS anda, dan apakah anda memerlukan firewall dasar atau tidak. 

Daftar Kode 2.2: Menggunakan ppp
# ppoe-setup
# ppoe-start 
 
Jika masih belum berfungsi, periksa lagi apakah anda sudah username dan
password yang anda cantumkan sudah benar, dengan memeriksa file
/etc/ppp/pap-secrets  atau /etc/ppp/chap-secrets, dan
pastikan bahwa anda menggunakan kartu jaringan yang tepat. Jika kartu jaringan
anda tidak ditemukan, anda harus memuat modulnya anda secara manual. Untuk
mengetahui caranya, anda harus melanjutkan dengan Konfigurasi jaringan secara
manual yang menjelaskan cara memuat modul untuk kartu jaringan anda.
 
Jika semua berjalan lancar, lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk. 


Jika anda memerlukan dukungan PPTP, anda dapat menggunakan utilitas pptpclient yang disediakan di CD Instalasi. Tetapi, sebelumnya anda harus memastikan dahulu bahwa konfigurasi anda sudah benar. Edit file /etc/ppp/pap-secrets atau /etc/ppp/chap-secrets agar berisi kombinasi username/password anda yang benar:

Daftar Kode 2.3: Edit file /etc/ppp/chap-secrets
# nano -w /etc/ppp/chap-secrets
Lalu, ubah file /etc/ppp/options.pptp seperlunya:

Daftar Kode 2.4: Edit file /etc/ppp/options.pptp
# nano -w /etc/ppp/options.pptp
Setelah semuanya selesai, jalankan perintah pptp (diikuti dengan opsi-opsi yang tidak dapat anda tetapkan di options.pptp) untuk melakukan koneksi ke server:

Daftar Kode 2.5: Koneksi ke server dial-in
# pptp <server ip>
Sekarang, lanjutkan dengan Mempersiapkan Disk.

3.c. Konfigurasi Jaringan secara Manual

Sewaktu CD Instalasi boot, seluruh hardware anda akan dikenali dan modul-modul kernel yang diperlukan untuk mendukung hardware anda akan dimuat. Pada kebanyakan kasus, proses ini berjalan lancar. Tetapi, pada beberapa kasus lain, CD Instalasi mungkin gagal memuat modul kernel yang anda perlukan.
Jika net-setup atau ppoe-setup gagal, mungkin kartu jaringan anda tidak ditemukan secara otomatis. Ini berarti anda harus memuat modul kernel tersebut secara manual.
Untuk mengetahui modul kernel apa saja yang kami sediakan untuk jaringan, gunakan perintah berikut:

Daftar Kode 3.1: Memeriksa modul yang tersedia
# ls /lib/modules/`uname -r`/kernel/drivers/net
Jika anda menemukan driver untuk kartu jaringan anda, gunakan perintah modprobe untuk memuat modul tersebut:

Daftar Kode 3.2: Menggunakan modprobe untuk memuat modul kernel
(Sebagai contoh, kita akan memuat modul pcnet32)
# modprobe pcnet32
Gunakan ifconfig untuk memeriksa apakah kartu jaringan anda telah ditemukan. Contoh output jika kartu jaringan telah dikenali adalah sebagai berikut:

Daftar Kode 3.3: Pemeriksaan kartu jaringan, sukses
# ifconfig eth0
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr FE:FD:00:00:00:00
          BROADCAST NOARP MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
          RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
          TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
          collisions:0 txqueuelen:0
          RX bytes:0 (0.0 b)  TX bytes:0 (0.0 b)
Tetapi, jika anda mendapatkan error berikut, artinya kartu jaringan anda belum dikenali:

Daftar Kode 3.4: Pemeriksaan kartu jaringan, gagal
# ifconfig eth0
eth0: error fetching interface information: Device not found
Jika anda memiliki beberapa kartu jaringan di komputer anda, kartu-kartu tersebut akan dinamai eth0,eth1, dll. Pastikan kartu jaringan yang ingin anda gunakan berfungsi baik dan jangan lupa menggunakan nama yang tepat di seluruh dokumen ini. Kami menganggap anda menggunakan eth0.
Anggap anda kartu jaringan anda sudah dikenali, anda sekarang dapat mencoba lagi net-setup atau adsl-setup (yang harusnya sukses sekarang), tetapi untuk para hardcore, kami akan menjelaskan cara mengkonfigurasi jaringan anda secara manual.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengkonfirmasi Kebutuhan Client dan Perangkat Jaringan




Mengkonfigurasi dan menguji titik jaringan. Titik jaringan ditetapkan pada gateway yang spesifik sebagai permintaan dari arsitektur jaringan dan kebutuhan klien.

Tipe koneksi ditentukan dan dikonfigurasi dengan rekomendasi arsitektur jaringan dan kebutuhan klien.

Perangkat keras/ perangkat lunak dikonfigurasi sesuai permintaan berdasarkan pada spesifikasi vendor serta kebutuhan klien. Penentuan spesifikasi jaringan computer untuk client


Memasang dan mengkonfirasi komponen jaringan (Hardware/software) komputer sesuai SOP.

Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan

1.Mengkonfirmasi kebutuhan klien dan perangkat jaringan Kebutuhan pelanggan ditegaskan dan divalidasi
   sesuai permintaan.
2.Lingkup permintaan layanan internet ditentukan dengan menyerahkan pada kebutuhan pelanggan.
3.Pertimbangan diberikan untuk redundansi dengan menyerahkan pada fault tolerance, backup link dan
   konfigurasi gateway.
4.Komponen jaringan berupa perangkat keras dan perangkat lunak diidentifikasi sesuai permintaan.
5.Spesifikasi perangkat ditegaskan dan ketersediaan komponen dijamin. Pembuatan spesifikasi perangkat
   jaringan komputer
6.Penjelasan spesifikasi perangkat jaringan komputer dari sisi teknis dan ekonomis.
7.Penjelasan fungsi perangkat jaringan komputer.
8.Penjelasan kelebihan/feature dan kelemahan dari setiap perangkat jaringan komputer.
9.Penjelasan kualitas koneksi Internet berdasarkan content , Rasio dan harga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menguji Server



                                                 

       
         Walaupun secara fisik hardware telah dipasang (komputer dan NIC, pengkabelan, konektor, dan HUB, dll), tapi jaringan komputer belum dapat difungsikan. Karena setiap device yang dipasang butuh driver yang harus diinstal dan perlu dikonfigurasikan terlebih dahulu. Dalam buku ini akan dibahas instalasi dan konfigurasi jaringan dengan sistem operasi windows.Selanjutnya akan dilakukan pengujian apakah komputer telah terhubung dengan benar, dan bisa berhubungan dengan jaringan lokal (LAN).

A.     Mengkonfigurasikan Network Interface Card
Network Interface Card (NIC) juga lazim disebut Local Area Network Card (LAN Card). NIC harus dipasang pada komputer, agar komputer dapat “berinteraksi” dengan jaringan. Setelah NIC dipasang pada slot PCI/ISA di mainboard komputer secara benar, Microsoft Windows XP akan menampilkan konfirmasi “Found New Hardware” artinya NIC yang telah dipasang terdeteksi oleh Microsoft Windows XP. Biarkan beberapa menit, sampai NIC siap digunakan, jika NIC merupakan hardware plug and play. Jika tidak, Anda harus menginstall dengan driver yang disertakan dalam pembelian NIC.
B.     Pemasangan Kabel
Ikutilah aturan pemasangan kabel pada RJ-45 (cripping kabel) pada setiap ujungnya seperti pada bab semula. Tancapkan salah satu ujungnya di NIC setiap komputer dan ujung yang lainnya pada hub/switch.
C.     Pengaktifan Hub/Switch
Nyalakan switch dengan baik dan benar.
D.    Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau diisi secara manual.
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address :

1.      Klik Start – Control Panel – Network and Internet Connections – Network Connections
2.      Klik kanan pada NIC yang tersedia – Properties – Networking – Internet Protocol (TCP/IP) –
      Properties 

3.      Pada IP Address, terdapat dua pilihan:

·        Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
        Specify an IP address

IP address dan subnet mask diisi secara manual.

Keterangan:
Sebagai latihan    IP Addressnya pada komputer 1 adalah 192.168.1.3

                          IP Addressnya pada komputer 2 adalah 192.168.1.4

                          IP Addressnya pada komputer 3 adalah 192.168.1.5 dan seterusnya

                          Subnet mask semua komputer adalah 255.255.255.0

                          Gateway semua komputer adalah 192.168.1.1

                          DNS boleh diisi, boleh juga tidak. Tergantung kecepatan ISP.

Pada Speedy     DNS Prefer adalah 202.134.1.10

                          DNS Alternative adalah 202.134.0.155
 4.      Klik OK
    
E.     Mengidentifikasi Komputer di Dalam Jaringan Komputer

Komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows XP di dalam jaringan komputer harus menggunakan nama yang unik untuk menghindari adanya tumpang-tindih dengan komputer lain. Untuk memberikan nama dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

1.      Klik Start – Control Panel – Performance and Maintenance – System

2.      Klik Change 

Ketikkan nama komputer tersebut, begitu juga pada workgroup.

Catatan:

·        Nama setiap komputer dalam satu jaringan tidak boleh sama

·        Nama workgroup setiap komputer dalam satu jaringan harus sama

3.      Klik OK.

Catatan:

Biasanya komputer minta direstartrestartlah supaya komputer mendeteksi seluruh pengkonfigurasian jaringan secara sempurna.

F.      Menguji Keterhubungan Jaringan Komputer

Setelah proses instalasi dan konfigurasi sistem jaringan selesai, maka perlu dilakukan test/uji. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan dengan benar.

Untuk mengetest TCP/IP dapat dilakukan dengan cara berikut:

1.      Klik Start – All Programs – Accessories – Command Prompt 

2.      Ketikkan ipconfig

Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada Komputer kita. dari gambar diatas kita dapat melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah IPConfig pada jendela command prompt di komputer kita, misalnya adalah kita bisa melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. Ipconfig menampilkan informasi berdasarkan Network Card yang terpasang.

3.      Pada komputer 1, ketikkan ping 192.168.1.4 untuk mendeteksi keterhubungan dengan komputer 2. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menetapkan Spesifikasi Server


      
             Spesifikasi komponen server sedikit berbeda dengan komputer desktop, yang perlu kita perhatikan saat membangun komputer server adalah kecepatan transfer data dan proses.Kecepatan transfer data dipengaruhi oleh lebar jalur data, motherboard, kapasitas memory, cache perangkat keras dan  bandwidth perangkat jaringan LAN Card. Kecepatan proses dipengaruhi oleh jenis prosessor dan frekuensi CPU. Lihat gambar di bawah menunjukkan bagian terpenting komponen komponen server. Kita memilih komponen server dengan pertimbangan kecepatan transfer data, kecepatan proses data dan bandwidth maksimum transfer data yang melalui jaringan LAN (Local Area Networking).


spekkomponenserver.png

menentukanspekserver.gif

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sistem Operasi Jaringan

Sistem Operasi Jaringan / Network Operating System (NOS) :


1. Comersial / berlisensi :


a. Wiindows NT
b. Windows 2000 server
c. Windows 2003 server


2. Open Source / Freeware


a. Debian
b. Ubuntu server
c. Free BSD

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Memilih Aplikasi Untuk Server


Memilih aplikasi dan sistem operasi untuk server perlu mempertimbangkan dari segi teknis dan bisnis. Secara teknis, meliputi keandalan, kemampuan beroperasi, keamanan dari berbagai serangan baik berupa virus maupun cracker. Sedangkan untuk pertimbangan secara bisnis adalah adanya biaya investasi software aplikasi dan sistem operasi, adanya lisensi dari setiap software. Adapun untuk memilih program aplikasi untuk server, maka kita harus mengkelompokkan kedalam jenis – jenis server dengan program aplikasinya.

Jenis – Jenis Server dan Aplikasi Untuk server :
  1. DHCP Server      = dhcp3-server, dnsmasq,
  2. Web Server        = apache, iis, xitami
  3. DNS Server         = bind9, dnsmasq
  4. Email server        = postfix, squirelmail
  5. FTP Server          = proftpd
  6. Proxy Server       = squid, win-gate
  7. Database Server = mysql
  8. Sharing server    = samba
  9. Printer Server     = samba
  10. Remote server    = ssh, telnet

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS